Di DPD Partai Golkar NTT, Felix jarang absen pada kegiatan-kegiatan semisal rapat atau kunjungan ke daerah. Dia hadir dan selalu diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan pikirannya, terutama sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar NTT.
Di luar rapat-rapat Golkar, kami sering bertemu. Ngobrol dan diskusi. Aneka tema dibicarakan. Dari politik hingga pemerintahan. Dia sangat antusias kalau diskusi sudah beralih fokus ke tema seputar agama dan politik. Dia banyak membagi pengalamannya di bidang politik. Dari orde baru hingga sekarang. Dia bercerita penuh semangat.
Perjumpaan terakhir terjadi ketika sama-sama mengawal Pilkada Ngada Desember tahun lalu. Tepat pada hari H pencoblosan, 9 Desember 2020, kami menikmati alam pegunungan Ngada di Manulalu, tempat favorit wisatawan ketika berada di Ngada. Kawasan resort Manulalu ini dikelola putranya yang sangat paham tentang dunia pariwisata karena punya pengalaman di Eropa dan Amerika Serikat.
Dari pengenalan, perjumpaan dan diskusi serta ngobrol dengan Felix, saya jadi paham seperti apa sosok ini di dunia politik. Saya paham bagaimana watak dan karakter politiknya.
Harus diakui, Felix adalah salah satu tokoh politik NTT. Dia politisi lintas zaman. Dari awal orde baru, reformasi hingga sekarang di era milenial. Dia mengalami, melakoni dan ikut merasakan debar-debar politik di NTT. Dia mengetahui dengan sangat baik riwayat tualang dan geliat pembangunan NTT di bawah kepemimpinan beberapa gubernur. Dari El Tari, Ben Mboi, Hendrik Fernandez, Herman Musakabe hingga Piet Tallo. Dia paham benar desain pembangunan NTT dari gubernur ke gubernur dengan titik penekanannya.







