Buku ini penting untuk dibaca siapa saja untuk mengetahui secara lengkap, utuh, dan terutama konteks sejarah riwayat Semana Santa yang bertahan hingga sekarang.
Hari ini, sudah dua kali Prosesi Jumat Agung di Larantuka, prosesi paling kolosal di muka bumi ini ditiadakan. Corona jadi penyebab utama dan tunggal. Umat Katolik Larantuka, para peziarah yang mendamba hanya bisa memendam rindu. Corona membatasi ruang gerak. Praktek dan eskpresi keimanan seperti berada di bawah sungkup virus laknat ini.
Tetapi iman tidak pernah boleh kalah. Kalah dan dikalahkan oleh apa saja. Tidak hanya oleh virus. Tidak juga hanya karena bom dan atau aksi teror. Sudah dari dulu, sudah dalam rentang sejarahnya di dasar hati umat Kristen tumbuh keyakinan kuat ini: di mana Gereja dihambat, di situ Gereja merambat.
Dua tahun sudah Semana Santa Larantuka tidak dirayakan sebagaimana biasanya. Hikmahnya tentu ada: iman umat Larantuka dan mereka yang selalu punya kehendak baik untuk berziarah ke Larantuka Hari Bae Semana Santa semakin kuat dan diteguhkan.
Tentang ini orang Larantuka tahu dengan baik. Karena mereka tidak hanya yakin, tetapi juga merasakan bagaimana Ratu Larantuka, Ratu Reinha Rosari melindungi, merawat dan menjaga mereka. Dari dulu, sekarang dan seterusnya. (kupang, jumat agung 2021)





