Di Peziarahan Pengharapan
Bagaimana pun di dalam keyakinan yang teguh, iman di dalam Tuhan tentu membawa siapapun kita kepada pengharapan yang kokoh. Seperti itulah yang diyakini St Paulus, “Dan pengharapan tidak mengecewakan…” (Rom 5:5).
Sama sekali tak bermaksud untuk ‘tak mempercayai siapapun sesama kita.’ Toh, individu pasti dapat ‘ada dan hidup’ di luar kualitas relasi dengan sesamanya. Itu pasti! Biarlah kita berharap dan yakini pada sesama dalam takaran sewajarnya sebagai manusia. Dalam ‘lebih dan kurangnya, plus dan minusnya, dalam sukses dan gagalnya.’
Ketika aku dan kita ucapkan kepada sesama, “Izinkan aku untuk tak sepenuhnya percaya….” itulah ungkapan hati yang jujur bahwa kita ‘mendekati, percaya dan mengasihinya sebagaimana adanya dia sebagai manusia. Dan bukannya mati-matian mesti sesuai apa yang kita inginkan. Apalagi ia mesti dipaksa untuk tampil bagai superman…’
Verbo Dei Amorem Spiranti
- Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Collegio San Pietro – Roma





