Ketika Pesta Demokrasi Itu Semakin Mendekat

IMG 20240929 064518

Maka di hari-hari ini, bisa terjadi dan itu sangat mungkin bahwa kiat silahturami dengan para ulama digencarkan. Kediaman Bapa Uskup disambangi. Dan para pastor dan pendeta pun diusahakan agar dapat ‘dijaring’ sebisanya. Sebab di situ mesti tercipta kesan penuh daya pikat dalam adonan cita rasa keagamaan itu.

Kita pasti tak bicara soal salah atau benarnya segala arus dan isi dinamika ini. Toh, para tokoh agama pun adalah zoon politicon yang tak boleh bloon politik. Yang tidak boleh bermata juling apalagi buta akan visi – misi dan komitmen hidup bersama yang mesti diperjuangkan. Memiliki visi hidup berpolitik bagi para ulama atau pun kaum berjubah itu bukanlah satu skandal yang dinilai najis dan tercela. Ini pesta demokrasi kita bersama. Tak terkecualikan untuk golongan tertentu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Akan tetapi…

Marilah sekiranya kita berselancar pada papan tim sukses. Tim Sukses adalah pasukan garis depan. Bermodal kiblat ‘sepenuh hati’ pada Paslon idaman, kelompok ini punya nyali dalam segalanya demi kesuksesan pertarungan. Paslon usungan adalah cahaya penuh harapan. Tentu, glorifikasi Paslon usungan mesti digencarkan. Dan di sisi lain?

Tak ditampik kenyataan bahwa bagi Tim Sukses, Paslon kompetitor mesti dilumpuhkan dalam ekspansinya demi mendulang suara. Kantong-kantong suara kompetitor mesti diacak-acak sebisanya. Dan pada saat yang sama, lumbung-lumbung suara Paslon usungan mesti dirawat sejadinya. Maka di sinilah manuver Tim Sukses untuk ‘tulus seperti merpati, namun licik seperti ular’ bisa dimengerti. Sebab pertarungan dalam persaingan segala lini jadi tak terhindarkan.

Pos terkait