Mari kembali ke alur Konklaf 2025 ini. Setelah pemakaman Paus Fransiskus, para Kardinal dipanggil untuk tindaklanjuti amanat Gereja demi memilih seorang Paus (baru – berikutnya).
Hingga 21 April 2025 terdapat total 252 Kardinal. Dan dari jumlah tersebut terdapat 135 Kardinal elektor (calon Paus). Dari jumlah 135 itu Paus Fransiskus mengangkat sebanyak 108 Kardinal, 22 Kardinal oleh Paus Benediktus XVI, dan 5 Kardinal di masa Yohanes Paulus II.
Harapan Gereja di hari-hari terarah pada 135 Kardinal pemilih ini. Tentu beberapa hari setelah pemakaman Paus Fransiskus.
Walau ada tendensi spekulasi sana-sini dan macam-macam, jawaban ‘diplomatis’ bersifat spiritual tetaplah itu: Tergantung Suara Roh Kudus dalam Penyelenggaraan Ilahi. Jawaban itu yang sempat ditanggap dari beberapa Kardinal setelah diburu tanya oleh awak media.
Iya, benarlah! Gereja itu institusi spiritual. Gereja – Umat iringi dan sertai Konklaf para Kardinal dalam Doa dan Harapan. Beberapa rekan imam yang ditanyai pendapat ‘kiranya Kardinal siapa yang bakal jadi Paus ke 267?’ Umumnya yakin “Itulah yang lahir atas harapan dan doa kita dan atas tuntunan Roh Kudus.” Dengan sedikit melucu ada yang bilang, ,”Tuhan pasti tentukan yang layak. Yang terpenting untuk saya adalah saat saya masih di Roma, syukurlah bisa menatap nanti asap hitam atau asap putih dari cerobong Kapela Sistina.
Kiranya, suara dua per tiga dari 135 bakal dicapai dalam tuntunan ilahi. Demi hadirnya seorang Pemimpin Gereja. Kita tetap iringi para Kardinal dalam doa-doa kita. Agar terpilihlah Uskup Roma, Penerus Takhta Santu Petrus, Pontifex Maximus, Summus Pontifex, dan ‘Servus Servorum Dei’ – Abdi para Abdi Allah. Yang membawa ‘Gaudium et Spes,’ Sukacita dan Harapan bagi dunia dan semesta.





