Layang-Layang Siluman Itu Dana Hibah KONI Ende?

Kons Beo6

Sebab, siapa tahu ada pihak lain, yang nota bene berseberangan dengan Feri Taso cs, lagi gencar bermanuver tiupkan isu ini. Maksudnya jelas! Agar FT  cs dapatkan stigma sosial tak sedap jelang Pileg. Dan bisa nyonyor untuk gagal duduk kembali di Dewan Terhormat. Dan bahwa Djafar Achmad lagi  bersiap-siap untuk masuk lagi di arena Pilkada Ende.

Lalu?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kini, nyatanya, Feri Taso dan Sabri Indra Dewa, telah ‘lolos dari lubang jarum’ pasca Pileg Ende 2024.  Malah, suara Feri Taso, dari 30 anggota Dewan terpilih melejit ke peringkat tertinggi dengan 5.145 suara. Ada kemungkinan (besar) Ketua Harian KONI Ende ini bakal kembali ke singgasana Ketua DPRD Ende (2024-2029).

Nah, kini, bukankah Tahun Politik di rana Pileg telah berakhir? Karena itulah seyogyanya telah reduplah alasan ‘jelang tahun politik’ itu bagi Polres Ende untuk hati-hati atau bergerak lambat terus untuk menelisik (serius) dugaan ini. Dugaan kasus ini tak dapat dimengerti lagi jika sepertinya dikeramatkan terus dalam laci Polres Ende.

Ataukah bahwa Polres Ende masih harus menanti lagi hingga selesainya Pilkada Ende, karena Djafar Achmad, Ketua Umum KONI, mantan Bupati Ende ini juga masuk dalam area kompetisi hendak kembali menjadi Bupati Ende?

Bagaimanapun……

Tetap jadi harapan publik bahwa agar pihak Polres itu merasa terpanggil untuk menjaga pamor dan sanggup susuri dugaan lalu lintas semrawut dana hibah KONI Ende. Tentu ‘nama baik institusi Polres Ende’ tertantang dengan adanya gema suara ‘permintaan pada pihak Polda NTT untuk turun tangan sikapi dugaan kasus ini.’

Pos terkait