Layang-Layang Siluman Itu Dana Hibah KONI Ende?

Kons Beo6

Jika hal ini terus berlarut diam, maka terciptalah kesan pada publik Ende bahwa Feri Taso, Sabri Indra Dewa dan Yulius Cesar Nonga sungguh-sungguh adalah ‘tritunggal mahasakti’ yang sedikit pun tak akan terjamah serius oleh pihak kepolisian (Polres Ende).

Beberapa minggu terakhir ini telah mengangkasa (kembali) dua nama di langit Kabupaten Ende. Laurentius Dominicus Gadi Djou dan Kanisius Poto mesti dihadapkan ke penyelidik Polres Ende. Dengan pasti keduanya nyatakan tidak tahu bahwa nama mereka distrukturkan dalam kepengurusan KONI Ende. Dan keduanya pun ‘gelap gulita’ tentang alur kelolah dana KONI itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lalu?

Jika ikuti alur kata hati dan bunyi suara Laurentius terdengar  miris. Ringkasnya: dana Rp 2,1 M diketahuinya dari medsos, lalu lintas pengelolahan dana itu untuk cabang-cabang olahraga (cabor) semuanya serba tak tahu. Bahkan alamat Kantor KONI pun ‘Wakil Ketua KONI’ ini pun tak tahu.

Terus, bagaimana hikayatnya sehingga nama Laurentius dan Kanisius bisa nongol di struktur kepengurusan itu? Sulit untuk tidak yakin bahwa Djafar Achmad (Ketua Umum KONI Ende) dan FT selaku Ketua Harian KONI Ende sungguh ‘buta dari kisah ini.’

Adakah niat suram terselubung FT cs untuk ‘berlindung’ di bawah nama besar kedua ‘pengurus fiktif’ itu? Ataukah ada maksud politis tertentu dari FT cs ‘pasang kedua nama itu.’ Ini mengingat Ende juga lagi di jelang Pilkada. Jelas, kisruh dugaan ini bisa merugikan nama baik Laurentius dan Kanisius.

Kini, FT cs benar-benar lagi tersandra dugaan kasus dana hibah KONI Ende. Bukan tak mungkin bahwa FT cs sudah berjuang sejadinya untuk putar otak ‘cari celah’ untuk berzigzag sana-sini agar lolos dari jerat hukum dan juga dari opini atau tafsir publik yang makin liar tak terkendali. Jika tidak, teramat besarlah kemungkinan rejeki untuk kursi legislatif untuk 2024 – 2029 ini bakal hangus. Apalagi, sekiranya sebagai kader-kader partai muncul pinalti fatal dari PDIP.

Pos terkait