Layang-Layang Siluman Itu Dana Hibah KONI Ende?

Kons Beo6

Kini, di hadapan dan di sekeliling Pemda Ende dan KONI Ende terdapat kalimat yang ‘menakutkan tetapi sebenarnya substansinya membebaskan bahwa “Kepastian hukum dengan sistem pembayaran nontunai agar pengeluaran uang daerah tepat jumlah, aman, efisien, transparan dan akuntabel.”

Kerja berat memang bagi KONI Ende (FT cs) di hadapan Polres Ende dan di ruang publik Ende bahwa Rp 2,1 M itu dijamin telak: punya kepastian hukum, tepat jumlah, aman, efisien, transparan dan akuntabel. Tentu warga Ende tak lupa akan kerja keras para pengurus KONI Ende akan dua kisah pesta kemenangan Perse Ende penuh eforia sebagai Juara Pertama El Tari Memorial Cup.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bisa saja terjadi, iya mungkin saja, ada biaya operasional praktis yang sekian besar dan membengkak melampaui Rp 2,1M itu. Dan karenanya? FT cs sebagai pengurus KONI atau pun sebagai Manajer Perse Ende mesti, misalnya, berkorban dengan isi pundi-pundi pribadi. Ambil saja perkiraan bahwa terdapat sekian banyak suporter nekad Perse Ende tanpa modal juga ‘disanggupi’ FT cs untuk bisa bertandang demi beryel-yel rore-rore di luar daerah.

Hal lain lagi?

Bagaimana pun terang menderangnya uraian penerimaan dan pengelolahan dana hibah KONI Ende ini akan meredam suara miring publik seolah-olah FT cs ‘dapat kursi DPRD Ende’ karena ‘main dana ini itu termasuk dana hibah KONI Ende.

Toh, FT cs bisa lawan dengan ‘berdendang’ ikuti Bang Ebiet dalam tembang Isyu, “Engkau pasti menuduhku telah bersekutu dengan setan. Menyangka apa yang kumiliki aku dapat dari dusta. Engkau pasti kasak-kusuk, bergunjing ke sana-sini. Melilitkan isyu di leherku, mengibaskan suasana panas… Isyu, isyu, isyu, itu semua hanya isyu.”

Pos terkait