Lama berada di Golkar, lima tahun di DPR RI, Melki sangat paham kalau membangun daerah seperti NTT tidak bisa hanya mengandalkan dana APBN, apalagi APBD.
Masuk akal ketika di satu rapat Golkar NTT Melki mengatakan, “Kalau jadi Gubernur NTT hanya untuk menambah CV (curiculum vitae/riwayat hidup), itu tidak. Saya ingin memastikan dulu apa yang bisa kita lakukan untuk NTT di luar dana APBN. Kita mesti melakukan sesuatu yang berguna untuk NTT. “
Hari-hari ini dan ke depan langit-langit NTT dipenuhi dengan balon (bakal calon) yang ingin merebut kursi panas Gubernur NTT. Semua baik adanya, indah warnanya.
Tetapi ketika Melki mengibarkan warna kuning dari Golkar ada harapan yang menyembul. Harapan akan perubahan dan kemajuan daerah ini. Harapan yang realistis dan masuk akal. Harapan dengan alasan ini : partainya kuat, jaringannya luas dan sosoknya rendah hati.
Itu alasan mengapa Melki Laka Lena. (*)
- Penulis, wartawan , tinggal di Kupang







