Nabi Yunus menyerukan pertobatan Niniwe. Agar segera akhlak dan sikap segera dibaharui melalui pertobatan. Seruan yang sama, dalam kata-kata yang lain, disampaikan juga Paus Fransiskus. Irak, ya termasuk dataran Niniwe dan Mosul itu mesti dibangun kembali. Ada harapan terdalam dari Paus Fransiskus agar umat Kristen tetap bertahan dan kuat hadapi tantangan dan bertarung untuk membangun kembali negeri Irak tercinta. Umat Kriten Irak di diaspora, yang ada di Lebanon, Yordania, dan di mana saja mereka berada, oleh Paus, diharapkan untuk kembali. Pulang membangun kembali Irak dalam semangat baru. Umat kristiani yang tercatat 1,5 juta di tahun 2003, kini bertahan di jumlah sekitar 400.000 orang.
Mari kita catat pula. Suara Yunus mampu getarkan hati Raja di Niniwe untuk seruan pertobatan dan kembali kepada damai dengan Tuhan. Dapat dibayangkan bahwa Raja segera turun dari singgasananya. Segera ditanggalkan jubah kebesarannya, dan kenakan pakaian kabung. Bahkan sang raja sendiri mesti duduk di abu (Yun 3:6). Demi Niniwe yang tak boleh lenyap oleh angkara murka Tuhan.
“Vi ringrazio, fratelli vescovi e sacerdoti, di essere rimasti vicini al vostro popolo…” Itulah kata-kata ucapan terima kasih Paus Fransiskus bagi para rekan uskup dan imam yang tetap bertahan, berada, selalu dekat dengan umat. Itulah para pemimpin yang sungguh mengenal situasi, mendorong umatnya untuk kembali membangun Irak demi demi kebaikan bersama. Pemimpin yang tepat, tak boleh hanya bertiktah dari singgasana. Ia mesti ada serius, bertanggungjawab di tengah keadaan umat dan rakyat. Mesti dijauhkan sekedar ada bersama dengan intrik pencitraan.







