Partai Golkar, Pancasila, dan Demokratisasi

GOLKAR3 6

Ketiga, reorientasi paradigma dan karya. Hal ini dibutuhkan agar agenda politik Golkar selalu relevan dengan situasi aktual dalam perkembangan politik tanah air. Untuk itu, Golkar perlu memanfaatkan momen ulang tahun ini sebagai kesempatan untuk merefleksikan identitasnya, paradigma sentral, dan kiprahnya dalam gelanggang politik dan dalam menerjemahkan kehendak rakyat. Tanpa mengorientasi diri di tengah perubahan aktual, Golkar akan tertinggal jauh dari harapan masyarakat.

Hemat saya, ketiga gagasan di atas memampukan Golkar untuk terlibat secara aktif dalam menguatkan Pancasila dan memajukan demokratisasi. Hal ini merupakan prakondisi, sebab akan sulit bagi Golkar untuk terlibat dalam politik emansipatoris jika tidak didahului dengan penguatan basis politik internalnya sendiri. Dengan ketiga strategi di atas, Golkar dapat dengan mudah membaca dan mengantisipasi tanda-tanda riil dari praktik politik yang menelanjangi nilai Pancasila dan demokrasi. Dalam konteks perayaan ulang tahun ke-56 ini, ketiga gagasan tersebut merupakan bahan permenungan yang perlu disadari oleh Golkar agar mereka dapat mengaktualisasi mimpinya secara maksimal. Viva Golkar!  (*)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mahasiswa STFK Ledalero

Pos terkait