Pilkada NTT 2020 dan Metamorfosis Golkar Tak Sempurna

golkar ntt2 2
????????????????????????????????????

Kenyataan seperti ini menunjukkan bahwa bagi banyak orang, Golkar masih ‘bisalah’ dipercaya. Logika sederhananya, orang sepertinya percaya (sisa kepercayaan) bahwa dalam diri Golkar bisa terkombinasi apa yang dilakukan di Uni Sovyet. Di satu pihak ada ‘glasnost’ (keterbukaan politik) tetapi perlu diwujudkan melalui ‘perestroika’ berupa restrukturasi ekonomi yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Politik dalam rekaman memori masyarakat seperti inilah yang mungkin saja jadi alasan rakyat mendepositokan kepercayaannya pada Golkar. Sebuah partai boleh saja bergaraih melantunkan ide-ide perubahan tetapi perlu realistis. Proses inilah yang bisa saja jadi alasan. Proses itulah yang barangkali tengah digodok juga dalam internal Golkar. Kaum ‘tua’ yang masih ada adalah orang yang punya semangat juang. Mereka tidak tergoda untuk ganti jaket sekadar cepat memperoleh kekuasaan. Sementara itu ruang bagi kaum milenial dibuka selebar-lebarnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Cara berpikir dan praksis politik seperti ini mengungkapkan kematangan dalam berpolitik. Sebuah politik yang tidak saja menggantungkan diri pada eforia musiman tetapi membiarkan proses itu terjadi secara perlahan tapi pasti. Ia perlahan mengadakan perubahan meski tetap saja berada dalam aneka godaan yang bisa jatuh lagi.

Tak Sempurna

Analisis di atas mengantar kepada sebuah kesimpulan yang lebih banyak dipenuhi keraguan karena bersifat masih sangat prematur, bahwa kemenangan Golkar merupakan hasil dari sebuah proses metamorfosis. Diungkapkan demikian karena terkesan kesimpulan ini tidak didasarkan pada argumentasi yang kuat dan terbuka untuk diperdebatkan.

Pos terkait