Tetapi bila disepakati, telah terjadi proses yang secara analogis dalam biologi disebut metamorfosis. Artinya, telah terjadi proses perubahan penampilan fisik dan atau bahkan perubahan struktur. Jelasnya, perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel. Dalam arti ini, kemenangan di 5 atau 6 kabupatan di NTT merupakan contoh representatif tentang telah dilaluinya proses ini.
Yang jadi pertanyaan, apakah metamorfosis itu bersifat sempurna atau tidak? Dari kaca mata biologi, sebuah perubahan metamorfosis dianggap sempurna bila terjadi perubahan yang radikal-drastis. Ia ditandai oleh perubahan yang sangat berbeda antara larva dan imagonya. Jelasnya, yang terbentuk pada saat masih larva sangat berbeda jauh dari imagonya. Contoh metamorfosis sempurna adalah katak, nyamuk, lalat, kupu-kupu. Larvanya sangat beda dari bentuk imago riilnya.
Bila dianalogkan dengan perubahan dalam politik, maka ia menunjukkan perubahan yang radikal. Itu berarti Partai Golkar telah hadir begitu baru. Jargon lama dan julukan korupsi dalam parpol sama sekali tidak terjadi. Ia sungguh menghadirkan decak kagum oleh perubahan bentuk yang dilandasi oleh perubahan struktur internal.
Nyatanya tidak seperti itu. Bayang-bayang korupsi yang ditinggalkan oleh Setya Novanto, Idrus Marhan, sekadar menyebut dua contoh, menunjukkan bahwa ancaman itu masih nyata. Memang dalam penangkapan terakhir 2 menteri, hal itu berkaitan dengan Gerindra dan PDIP, sementara pejabat Golkar masih ‘aman-aman’ saja. Tetapi itu tidak berarti bahwa Golkar sudah ‘lulus’. Barangkali ‘lolos’ tetapi belum sampai ‘lulus’ seratus persen.







