Politik: Gerbang Rasional Menuju Masa Depan

ilustras korupsi

Di balik kesengsaraan hidup rakyat yang akut, terpendam narasi tragis terkait korupsi yang gila-gilaan dengan aktor segelintir elite berwajah religius yang berperilaku rakus tak terbahasakan lagi. Korupsi ini berkembang-biak dengan subur di bawah kepitan ketiak berbau tengik dari segeintir elite aparat penegak hukum yang doyan menjadikan kasus-kasus korupsi dan kasus hukum lain sebagai ATM.

Wilayah East of Dolorosa ini seolah menjadi lokasi pembuangan bagi segelintir elite Republik bermasalah sehingga jadilah “daerah minus” ini lahan subur kerakusan. Elite politik, birokrasi dan penegak hukum membentuk jejaring pengamanan diri melalui celah pembagian jatah korupsi agar saling melindungi dan saling mengamankan. Kasus-kasus hukum yang melibatkan elite birokrasi akan diulur waktu sehingga menguras energi kritis publik. Publik kritis dibuat lelah oleh jejaring kolusi berbendera korupsi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kasus Awolong di Lembata menjadi contoh paling benderang: elite birokrasi bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum padahal uang rakyat senilai Rp 5,8 miliar hilang tanpa bekas di atas pasir Awololong. Penegak hukum terus menerus menggerayangi tubuh Lembata dengan anggaran selangit tapi kasus Awololong seperti jalan di tempat. Persis pasir Awololong yang tidak pernah berpindah tempat meski diterjang angin dan gelombang tiap saat. Keteguhan pasir Awololong ini telah menggelisahkan elite yang terkenal doyan merampok uang rakyat dengan beragam dalih kekuasaan. Tapi besi kekuasaan rakus seberat puluhan ton pun tidak berdaya melubangi tubuh pasir Awololong. Apakah matahari keadilan akan terbit dari pulau nan keramat itu?

Pos terkait