Puasa : Niniwe Rujukan Pertobatan

IMG 20250329 WA0009

Aplikasi kisah Yunus untuk ”gereja” (umat Allah) hari-hari ini. Umat Allah, siapapun dia pada galibnya dipanggil oleh Allah menjadi nabi-Nya. Karena itu tugas kenabian tidak terbatas pada para pekerja di seputaran mezba-altar Tuhan, dan atau hanya untuk para pelayan jemaat.

Konkretisasi Niniwe dan situasinya juga bukan jauh berada di Timur Tengah tetapi di sini dan sekarang ada. Pertama, situasi Niniwe dengan segala kegarangan fisik-jasmanianya berupa tindak kekerasan, kemaksiatan hidup, berlaku kafir (tanpa perikemanusiaan), sikap otoriter dan perilaku jahat ada juga dalam diri/ pribadi setiap kita yang menjalani panggilan sebagai umat Allah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Olehnya, kita harus menjadi nabi bagi diri kita sendiri. Artinya, kita harus mampu untuk merubah perilaku kita yang bertentangan dengan kehendak Allah. Menolak pembunuhan-bunuh diri, pelecehan seksual, menolak aborsi, menghindar jerat judi, sabung ayam, narkoba dan sejenisnya. Jalan yang ditempuh adalah berjuang melahirkan rasa lapar dan haus akan kuasa Allah.

Kedua, Situasi Niniwe ada dalam keluarga umat Allah. Olehnya, kita dipanggil menjadi nabi bagi keluarga kita. Kita bertanggung jawab melakukan pembaharuan dalam keluarga/ rumah tangga kita yang kurang bahkan tidak harmonis. Para keluarga dan seluruh anggota diajak untuk selalu bangun firdaus di rumah masing-masing. Siap mengarahkan dan megawasi seluruh anggota keluarga untuk berlaku benar dan baik serta menyaksikannya dalam praksis hidup.

Ketiga, situasi Niniwe ada di tempat kerja dan komunitas sosial. Olehnya kita adalah nabi Allah di tempat bekerja dan di lingkungan untuk bersosialisasi. Kita harus berani menentang praktek kerja yang tak terpuji, perbuatan-perbuatan tercela, curang, tidak adil, manipulasi, KKN dan sejenisnya.

Pos terkait