Tetapi kawan ku…
Di kisah perempuan Siro-Fenesia ini, sebenarnya digemakanlah juga alarm nan menyentak. Sekian banyak orang, pun termasuk kita berdua, telah terbilang ‘kelompok seputar meja. Dan bagi mereka dan kitalah telah terhidanglah roti-roti berkat dan keselamatan.’ Tak banyak rintangan dan halangan untuk bersukacita di Meja Perjamuan.
Kawan ku…
Kita, dengan situasi yang kita alami, tak seperti saudara-saudari kita lainnya, yang dalam situasi penuh keterbatasan, hanya menjumpai ‘Roti Ekaristi’ dalam kerinduan. Dan mungkin juga hanya dalam mimpi. Dalam ‘remah-remah harapan.’ Namun, bisa jadi, merekalah yang lebih berharga dan terhormat di mata Tuhan….
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin







