Selamat Datang SBS-HMS, Terima Kasih SN-KT: Rakyat Menanti Harmonisasi

yos seran1

Saya ingat baik. Awal bertemu SBS tahun 2019 di Lapangan Umum Betun, dikelilingi semua pajabat eselon II dan beberapa kepala bagian teknis, saya melontarkan seikat pertanyaan. Waktu itu, SBS tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi lebih pada mengajar.

Ia mengedukasi agar orang-orang yang ada di lingkarannya itu juga tahu dan paham tentang apa yang harus dilakukan untuk membangun daerah ini (Malaka). Hal itu bukan sekali dilakukannya, tetapi sering. SBS cerdas, iya. Tidak bisa diragukan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ada banyak hal yang melekat kuat dalam diri SBS; cerdas, tegas, jujur, disiplin dan kerja keras. Keinginannya untuk mensejahterakan masyarakat sangat kuat. Kemauannya untuk memperhatikan orang-orang kecil sangat tinggi. Untuk itu, selama periode pertama SBS lebih mengutamakan kerja, kerja dan kerja. Dalam bahasa Alm. Frans Lebu Raya; Kerja cerdas, kerja cepat dan harus tuntas. Dan (mungkin) salah satu alasan itulah, SBS kembali lagi.

Lalu, siapa itu HMS? Figur yang satu ini pun tak luput dari memori masyarakat Malaka. Semua tahu, siapa yang paling kuat bersuara di gedung aspirasi itu kalau bukan HMS?

Di ruang istimewa rakyat (kantor DPRD), kekuatan nalar dan nurani, HMS pertaruhkan sungguh hanya semata-mata demi kepentingan banyak orang. Semacam melekat kuat dan malaikat penyelamat. Tidak ribut saat sidang, seperti ada yang mengganjal di benaknya, dan bisa sakit. Singkatnya, tidak omong maka sakit. Dia harus bicara demi kepentingan publik (kesejahteraan masyarakat).

Politisi asal Partai golkar ini punya prinsip. Berani maju dan mati demi rakyat, daripada mundur dan penuh omong kosong. Itu bukan tipikal HMS. Banyak basa-basi, tapi mampu menerjemahkan kebutuhan rakyat secara realistis-praktis.

Pos terkait