Ini ide gila. Gila karena masyarakat diminta menyumbang masukan, baik itu gagasan konkrit, juga pengalaman nyata dan terutama praktek cerdas bagaimana melawan Covid.
Hasilnya mengagumkan. Cuma dalam seminggu lebih sebanyak 725 karya masuk ke panitia. Dari NTT dan luar NTT. Tim juri yang menilai hasil karya ini bukan sembarang orang. Mereka punya nama beken. Ahli di bidangnya. Datang dari berbagai kalangan. Dari profesor hingga aktivis lapangan. Dari dosen ilmu politik hingga pendeta dan pastor. Dari jurnalis hingga polisi.
Golkar tidak berhenti dengan sayembara menulis gagasan kreatif dan praktek cerdas. Setelah menulis, Golkar ingin rakyat berbicara. Berbicara langsung melalui rekaman video pendek yang juga dilombakan. Isinya pesan, masukan, kritikan, pengalaman, praktek yang bisa dilakukan untuk melawan corona.
Mau tahu hasilnya? Sangat mengejutkan! Dalam rentang waktu enam minggu, sebanyak 6.180 video yang masuk ke panitia. Dari NTT, luar NTT, juga luar negeri.

Saat partai paling tua yang makin kuat mengakar ini mulai jalan dengan Satgas Covid-19 di seluruh Indonesia, bencana menimpa NTT. Banjir bandang, tanah longsor, badai siklon yang dibaptis dengan nama Badai Seroja menggoyang NTT. Waktunya nyaris bersamaan. Mulai Minggu (4/4/2021) malam hingga Senin (5/4/2021) pagi.
Ratusan nyawa terenggut. Mati berkalang tanah. Rumah-rumah penduduk rebah mencium bumi. Banyak yang tinggal fundasi. Banyak juga yang hilang tanpa jejak. NTT berduka. Flobamorata menangis.







