Mantan Ketua DPRD Flotim itu juga punya kisah heroik. Hari kedua setelah banjir menyapu Waiburak, Adonara Timur dan tanah longsor mengubur Nele Lamadike, Nani hendak memimpin kru Golkar hendak mengantar bantuan ke Adonara.
Tetapi apa lacur. Syahbandar tidak mengizinkan pelayaran. Alasannya, cuaca belum aman. Tidak ada motor laut yang menyeberang ke Adonara.
“Bagaimana caranya ke Adonara? Saya akhirnya pakai motor ipar punya. Dengan sedikit memaksa, saya minta syahbandar beri izin. Izin diberikan dan saya menyeberang ke Adonara bawa bantuan. Nah, di atas motor itulah anggota tentara dan Polisi juga menumpang ke Waiwerang,” tutur Nani. di

Hari-hari ini ketika Anda membaca tulisan ini, bantuan Golkar Peduli Bencana di seluruh NTT tengah bergerak menuju warga korban terdampak bencana. Di Flores menuju Adonara dan Lembata. Di Sumba menuju Sumba Timur. Di daratan Timor hampir semua kabupaten disasar, kecuali Belu dan Timor Tengah Utara yang dampaknya tidak terlalu parah.
Apa yang dilakukan DPD I Golkar NTT dan DPD II Golkar Flotim adalah bukti sahih bagaimana Golkar selalu menunjukkan kedekatannya dengan rakyat. Merujuk pada sejarahnya, akar Golkar memang menghunjam jauh ke setiap situasi faktual masyarakat. Saat corona menyerang, Golkar hadir di tengah masyarakat. Tatkala seroja meluluhlantakkan Kota Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua, Golkar hadir. Tatkala banjir bandang menyapu dan menyeret anak manusia di Adonara, Lembata, Alor, Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Malaka di sana Golkar juga hadir.







