Kehadiran Golkar di tengah masyarakat tak lain merupakan pengejawantahan solidaritas dan soliditasnya dengan rakyat. Dengan selalu hadir di tengah situasi faktual masyarakat, Golkar sebenarnya hanya ingin menunjukkan seperti apa spirit, bagaimana filosofi dan sekuat apa visi dan misi partai politik di masyarakat.
Apa guna memenangkan pemilu, apa guna mempunyai banyak kursi di parlemen tetapi tidak punya spirit, tidak memiliki nyawa dan tidak mampu merasakan debar-debar pergulatan hidup masyarakat? Dalam hal terakhir ini, Golkar menjawab tegas dengan aksi, bukan narasi. Dengan terjun di tengah masyarakat, bukan menonton dari kantor partai.
Begitulah Golkar. Spirit nan tak kunjung padam. Makin tua makin mengakar. Makin mengakar makin merambat. (*)







