Situasi jadi ‘chaos’. Jaringan telepon putus total. Listrik juga sama. Mati total. Tetapi Partai Golkar tidak mati. Partai paling tua ini bertindak cepat. Hari Senin (5/4/2021) sore, dengan telepon tanpa sambungan, Ketua DPD I Golkar NTT, Emamuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat. Agendanya cuma satu. Apa yang dilakukan segera? Hasilnya Satgas Siaga Bencana Golkar langsung bergerak.
Sejak Selasa (6/4/2021) pagi hingga Sabtu (10/4/2021) di DPD I Golkar NTT dibuka dapur umum. Generator set (Genset) dihidupkan. Bubur kacang ijo didrop ke tempat-tempat penampungan sementara di Kota Kupang. Petugas-petugas yang sibuk membersihkan jalan umum, petugas PLN yang membenahi kabel-kabel yang rebah di tanah dibagi kacang ijo. Gratis.
Kantor DPD I Golkar NTT jadi sibuk. Ramai sepanjang hari. Ramai dengan mereka yang datang mengisi baterai HP dan laptop. Ramai dengan para mahasiswa yang harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah online. Ramai juga dengan warga yang datang meminta bantuan.
Di Flores Timur, Yoseph Sani Betan, ST, Ketua DPD II Golkar Flotim malah lebih gesit. “Hari Senin, 5 April 2021, Golkar Flotim sudah buka posko di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, dan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur. Posko juga kita buka di Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado,” tutur Nani Betan, sapaan akrab Yoseph Sani Betan.
Nani Betan memimpin pasukan lapangan Satgas Bencana Golkar Flotim dengan kecepatan tinggi. Koordinasi dari Larantuka ke desa-desa titik bencana jalan terus. “Semua pengurus Golkar dari kabupaten hingga kecamatan dan desa bergerak. Sebelum pemerintah datang, kita sudah ada. Posko juga Golkar yang pertama buka,” cerita Nani Betan.







