Survivalitas Golkar di Tengah Badai

GOLKAR3 2

Sulit untuk dinafikan kemampuan pelembagaan, terutama dalam hal pengalaman mengelola konflik itulah membuat survivalitas Golkar tak tergoyahkan. Salah satu nilai ideologis partai yang urgen adalah sejauh partai ini mampu mendesain mekanisme penyelesaian konflik secara futuris dan melembaga di internal partai (Budiardjo, 2000:175). Dan Golkar menjadi bagian dari ekponensial tesis tersebut. Pernah menuai keemasan di era Orde Baru, produktivitas melahirkan kader-kader pemimpin loyal yang diderivasi pada sejumlah level kepemimpinan determinan di berbagai daerah membuat partai ini tidak mengalami kesulitan untuk membangun legitimasi (budaya dan aktor) di dalam mengelola friksi termasuk menyelesaikan konflik.

Konflik internal di partai “pohon beringin” justru menstimulasi kesadaran para elite dan pengurusnya untuk terus mengonsolidasi basis kesetiaan moral politiknya pada khitah politik yang menjunjung tinggi nasionalisme, pluralisme serta komitmen untuk menjaga ideologi Pancasila sebagai harga mati. Justru di titik ini pula Golkar menunjukkan perannya sebagai kekuatan politik tengah modern yang secara leluasa bisa menjadi alat tawar politik dalam memobilisasi sikap serta dukungan politiknya atas isu-isu strategis yang mendapat atensi besar publik.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tidak heran jika hasil kajian riset data media monitoring Institut Riset Indonesia (INSIS) selama Oktober-Desember 2019, misalnya, Golkar menjadi parpol yang mampu mengkapitalisasi isu-isu sentral yang muncul. Efektivitas komunikasi politikus Partai Golkar bahkan lebih unggul dari politikus PDIP. Faktor pengalaman dan regenerasi meritokratis yang sudah lama diterapkan oleh partai ini cukup penting dalam mengasah prominensi komunikasi politik para tokoh Golkar di dalam kontestasi gagasan terutama di parlemen dalam konteks meraih dukungan publik.

Pos terkait