Surya Paloh-NasDem dan Layangan-Anis Baswedan

Kons beo5
Pater Kons Beo, SVD

Tetapi, anggap saja Paloh sebenarnya lagi layangan. Sendirian ia bermain-main di  NasDem Tower. Dan, si Baswedan itulah jadi layang-layangnya. Maka, rasa ditinggikan hingga menari-narilah sang layangan itu di langit nan biru. Iya, di langit NasDem.

Bagaimanapun langit tanah air tak sedang biru secerah mentari pagi. Nusantara masih disumpeki khaos sosial sana-sini. Apakah Paloh serius ingin jadi yang pertama terbangkan duluan layang-layang pengharapan di langit Nusantara yang penuh kabut soal sana-sini?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Paloh kini sekian asyik tarik ulur lambaikan layangan itu.

Tak mau pusing pedulikah Paloh pada si Banteng Merah yang terkesan masih tetap dalam dunia dan arus politik hening ala katakombe-nya?  Begitu malas tahuka Paloh akan keadaan si Mercy Biru serta suasana hati si Bapak dan Putra yang masih tergurita dalam  emosi tak menentu di Puri Cikeas sana?

Sedemikian entengnyakah Paloh berakrobat politik tanpa peduli pada perhitungan tertentu dan senyap dari Mardani Ali Sera dan PKS-nya? Dan lagi, tidakkah sebenarnya Paloh mesti ‘malu hati’ dengan Pak Jokowi? Sebab, kraeng Johnny G Plate itu kan masih saja ‘duduk manis’ di kursi 01 Kemeninfokom. Tapi sudahlah. Mari kita lanjut berandai….

Tapi, yakinlah! Paloh bukanlah pelaku politik abal-abal. Serius, coba-coba, sekedarnya, serta penuh perhitungan bisa ia racik sebagai dagangan oplosan politik menarik. Tetapi apa yang lagi bertumpuk di benak Paloh mesti ditebak, walau, itu tadi, terkesan sulit, beragam tanya dan penuh pengandaiannya?

Paloh dan NasDem-nya ingin terlihat sebagai protagonista. Katakan saja begitu. Disegani sebagai tokoh dan partai unggulan. Penentu utama masa depan bangsa dan tanah air.  NasDem mesti diangkat derajatnya sebagai centro commerciale politica Indonesia. Yang nantinya berimbas pada munculnya ‘kios-kios politik yang tersebar di mana-mana.’ Demi menarik minat warga masyarakat. Dan saatnya nanti dipanennyalah kekuatan mayoritas.  Memang ini bukanlah perkara gampangan dan murah. Tetapi, itulah tindakan taktis dan politis yang mesti diambil.

Pos terkait