Surya Paloh-NasDem dan Layangan-Anis Baswedan

Kons beo5
Pater Kons Beo, SVD

Tetapi, mari kembali ke ‘layangan Anis Baswedan.’ Ceriahkah ia kini karena telah dilayangkan sekian tinggi di langit biru NasDem? Jika nantinya ada yang merapat serius ke NasDem, ia sudah punya kans besar melaju dalam kontestasi Pilpres 2024. Walau kompetisi internal  koalisi pasti bakal tak terhindarkan.

Namun, katakan saja bahwa si layangan Baswedan pun lagi hati tak menentu. Ia boleh tampak bergerak bebas mengudara. Namun, tidakkah ujung tali layangan sudah digenggam Paloh dan Nasdem? Layangan kini terlihat bebas dan menari ceriah. Namun sebenarnya ia sudah dalam kendali. Di Senin, 3 Oktober 2022, bisa jadi Baswedan ‘dipaksa secara cantik untuk berkaul dalam NasDem.’ Ia tak boleh sesuka hatinya melawan konstitusi partai (visi, strategi).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Maka, selanjutnya nanti, nekad dan beranikah Anis Baswedan kembali mainkan politik identitas a la Pilgub 2017 DKI Jakarta, yang sungguh lukai demokrasi dan citra persatuan bangsa, yang jadi salah satu titik unggulan perjuangan Nasdem dan Paloh yang nasionalis? Jika demikian, mungkin Anis mesti segera dihentikan dengan modus layangan yang sudah putus talinya.

Lebih dari itu, tidakkah ‘kiprah’ Surya Paloh bermain layangan Anis Baswedan  sebagai Capres 2024 sebenarnya adalah tanda koalisi sejati dan loyalnya NasDem pada Pemerintahan Jokowi? Bisa sedemikian?

Mungkin bisa ditafsir sederhana saja.

Anis Baswedan, representan sekian banyak gerakan anti Jokowi, kini lagi dimuliakan. Sukacita karena Anis dimuliakan ini bukankah terlihat sebagai pengembosan semangat untuk tetap bersuara yang  tegas dan penuh keributan atas segala sumpeknya isu sosial yang merebak? Rencana demo (lagi) berjilid-jilid bisa saja jadi tawar oleh eforia bahwa Anis Baswedan sudah berpeluang ke Istana.

Pos terkait