Surya Paloh-NasDem dan Layangan-Anis Baswedan

Kons beo5
Pater Kons Beo, SVD

Namun, Anis Baswedan mungkin saja lagi was-was pula. Walau ia terlihat sedikit percaya diri dalam menata dan merangkai kata di hari itu. Walau selipkan juga kata-kata bermakna dalam bahasa Aceh  saat ia dimaklumkan sebagai kandidat presiden usungan NasDem. Anis bisa saja terlalu konsen pada ambisinya jadi 01 RI, sampai tak sadar lagi riak-riak politik yang sebenarnya.

Bayangkan saja andaikan Paloh dan NasDem, sekian bersemangat dalam tarikan tali layangan. Dan putuslah layangan itu. Maka layangan jadi tak menentu nasibnya. Ia bisa tersesat di hutan. Bisa pula lemas tak berdaya dan tak dibutuhkan lagi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Gawatlah  juga bila ‘terlalu kencangnya angin ribut di masyarakat karena kiprah suram dan banyaknya tinta merah si layangan Anis Baswedan.’ Apalah gunanya tetap memegang ujung benang layangan Anis Baswedan? Tak lain tak bukan selain ‘diputuskan saja benang ikatan politik’ yang tak menguntungkan.

Teringat lagi masa kecil dulu, saat layangan putus melayang. Ramai-ramai dikejar untuk dimiliki dan dirawat dengan baik. Untuk dimainkan kembali. Jika benar tali layangan Anis Baswedan nantinya diputuskan, maka NasDem sudah lepas tangan dalam melindunginya dari kejaran siapa pun untuk “dimiliki.” Yang dicemaskan Anis Baswedan dengan semua peminat dan pendukungnya, jika ia benar-benar dikejar oleh para penegak hukum.

Anis kini sudah di tangan Paloh-NasDem. Ada keyakinan yang menebal, sekiranya Nasdem sebenarnya bertatik ingin lindunginya dari kejaran KPK. Ada saatnya nanti, Surya Paloh bakal bisa berdalih, “Kami telah berjuang mengusungnya. Tapi hukum harus dihormati.”

Pos terkait