Oleh Frans Sarong
Usia Golkar bertambah. Persisnya, genap berusia 56 tahun pada Selasa, 20 Oktober 2020. Ibarat manusia – mengutip berbagai sumber – 56 tahun itu masuk kelompok usia kian matang. Kata ‘matang’ kaya makna. Termasuk di dalamnya kepiawaian mengolah berbagai situasi – termasuk level pelik sekalipun – hingga membuahkan keputusan bijak: berdaya rekat, damai dan mengalir teduh. Entah secara terbuka atau sebatas membathin saja, ruang publik di negeri ini memang mengakui kalau kematangan dalam berbagai aspek sungguh merupakan kekuatan Golkar.
Kematangan Golkar tidak hanya sebatas retorika. Sudah banyak contoh membuktikannya. Meski berkali kali dihadang badai – entah karena koyakan faksi-faksi, dualisme kepemimpinan, kasus korupsi yang menjerat sejumlah kadernya, atau sejumlah kasus lainnya – Golkar terbukti tetap mampu keluar dari kemelut yang menderanya. Lebih dari itu, Golkar bahkan tetap eksis. Buktinya, tetap keluar sebagai partai pemenang pertama atau pemenang kedua pada setiap ajang pemilu.
Mudah-mudahan bisa disepakati. Kematangan Golkar itu adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban seharusnya terhadap sebuah keputusan yang memilih beringin sebagai simbolnya. Di negeri ini, beringin itu selain menjadi simbol Partai Golkar, juga lambang Pancasila (Sila ke-3).
Golkar bersimbolkan beringin (Ficus benjamina) tentu bukan tanpa alasan. Cermati karakternya. Berbagai sumber menyebutkan, beringin adalah jenis pohon moderat. Mampu dan jago beradaptasi dengan berbagai jenis tanah. Juga tetap mampu hidup dan tumbuh tanpa paparan sinar matahari sekalipun. Keunggulan lainnya dari akar gantungnya yang berfungsi ganda. Selain menjaga keseimbangan pohon secara keseluruhan, tancapan akarnya mampu menembus rekahan tanah keras bahkan bebatuan hingga menyentuh kandungan air di baliknya. Kedahsyatan akar beringin tidak hanya berperan menyerap nutrisi dan air untuk kebutuhan hidup pohon secara keseluruhan, tetapi sekaligus memungkinkan terciptanya sumber mata air baru. Kalau begitu, kematangan Golkar adalah pancaran keunggulan beringin sebagai simbolnya.





