Khusus musda tingkat provinsi, nyaris tanpa riak mengganggu. Jelang pelaksanaan musda, tak terdengar dinamika pergulatan calon. Tidak terdengar pula hiruk-pikuk upaya penggalangan atau karantina “pengamanan” kelompok pemegang hak suara, sebagaimana lazim terdengar sejak lama. Prosesnya mengalir teduh, damai. Suasana kondusif dimungkinkan karena sejak menjelang musda, hanya sosok tunggal yang mencuat sebagai calon ketuanya. Dia adalah Emanuel Melkiades Laka Lena, yang akrab disapa Melki Laka Lena. Benar saja, seluruh pemegang hak suara satu langkah mengantarkan Melki Laka Lena kembali memimpin Golkar NTTperiode 2020 – 2025. Selain sebagai Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena kini adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
Seperti ketumnya, AH, Melki Laka Lena sebelumnya juga terpilih menjadi Ketua Golkar NTT setelah memperoleh dukungan secara aklamasi melalui forum musdalub di Kupang, Rabu (27/9/2017).
Di NTT, Melki Laka Lena menghadiri seluruh musda tingkat kabupaten yang sudah digelar. Proses musda secara musyawarah dilakukan dalam dua tahap. Kegiatannya diawali pertemuan pra-musda, yang dipimpin langsung Melki Laka Lena. Agendanya adalah negosiasi atau urun rembuk mendapatkan titik temu, terutama sosok kader yang layak didorong menjadi ketuanya. Tidak ada pemaksaan kehendak dalam prosesnya. Namun urun rembuk itu selalu berpedoman pada AD/ART, juklak, serta arahan DPP yang dipadukan dengan rekam jejak dan kinerja sang kandidat. Karena panduannya jelas, maka dinamika urun rembuk selalu diusahakan dalam narasi terukur.





