“Apapun Terjadi: Yang Penting Beda, Bung”

agama1

Oleh P. Kons Beo, SVD

 Kons beo3

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ulama Israel dan Kisah Main Duit  Kubur Kosong Yesus

 Ada yang menarik dari Alkitab Kristen seputar kisah Kebangkitan Yesus. Paska adalah kemenangan mulia Tuhan atas maut. Narasi alkitabiah melukiskan betapa Tuhan melampaui segala yang telah ditetapkan manusia.

Tetapi ini tak berarti manusia menerima begitu saja kisah kemenangan Tuhan itu. Lihat saja. Sedemikian cemasnya Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi) sehingga para ulama Yahudi itu terpaksa mesti maen duit. Uang itu amat berarti demi mendiamkan suara para prajurit. Ya, agar segala kebenaran kisah gempa bumi hebat dan tergulingnya batu kuburYesus  jangan jadi satu kesaksian publik atas dasar kebenaran (Mat 28:2).

Para ulama itu memang sigap bersikap.   Politik dusta tak terhindarkan. Gubernur di Yerusalem pasti turun tangan andai terdengar bahwa Yesus, terpidana politik itu, ternyata telah bangkit dan kuburNya kini kosong. Lalu caranya? Duit memang jadi taruhan. Demi aman dan tak diapa-apakan oleh sang Gubernur. Kata para ulama kepada para prajurit penjaga kubur, “Kamu harus mengatakan bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur (Mat 28:13).  Injil mencatat lagi, “Mereka (para prajurit) menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka(Mat 28:15).

Kita berandai, tentu saja para ulama itu masih punya rekening gendut yang nyaman demi kepentingan sendiri. Bayangkan saja, andai sang Gubernur tahu kisah yang sebenarnya. Tentu saja berbagai rekening atas nama kelompok Sanhedrin diblokir oleh bank-bank penguasa Romawi di Yerusalem. Ujung-ujungnya Sanhendrin sendiri pasti dimatikan pergerakannya sebagai institusi ilegal dan terlarang.

Pos terkait