Berdoa Dengan Tidak Jemu-Jemu

IMG 20241231 WA0018

Setelah bergulat dengan doa yang tak jemu-jemu itu, sesudah hari yang ketiga, Daud si pemabuk itu betul menjadi sembuh. Ia lalu kembali masuk kampung, berjumpah dengan teman-teman, sahabat kenalan dan juga sanak keluarga. Sedang menikmati pemulihan dan kuasa penyembuhan dari Tuhan, dia berpikir bahwa permohonan dalam doa serta kondisi hidupnya lebih baik dari dua sahabatnya yang lain; Ali dan Karim. Sebab, hanya dalam tempo tiga hari saja, doanya sudah terkabulkan. Daud bangga dan kemudian berhenti berdoa.

Ali yang dikenal sebagai seorang yang takut akan Tuhan, sesudah tiga bulan berdoa tiada hentinya, juga memperoleh kesembuhan dari kusta. Dia pun berpikir bahwa kehidupan dan keadaan sebelumnya lebih baik dari si Tukang Kayu: Karim. Ali juga sempat mempertanyakan mengapa Daud, si pemabuk kampung itu, cepat memperoleh kesembuhan dari Karim yang terkenal baik hati dan darinya sendiri, yang harus bergulat dalam doa selama tiga bulan lamanya?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sedangkan Karim, si tukang kayu yang malang itu, sudah memohon bertahun-tahun tetapi belum mendapat kesembuhan. Bahkan keadaannya dari hari ke hari makin memburuk. Dalam keadaannya itu, Karim terus berdoa. Ia selalu memberi waktu yang banyak untuk memohon pada Tuhan. Peristiwa dan keadaannya itu, membingungkan tidak hanya si Ali, tetapi juga si Daud.

Di suatu malam yang pekat, ketika langit malam muram tanpa hiasan bintang, Ali mendapat jawaban dari Tuhan dalam mimpi. Tuhan berkata:
‘Saya memberi waktu hanya tiga hari kepada si Daud; si Tukang Besi itu, karena dia hanya bisa bertahan dalam tiga hari. Kalau Saya tidak mengabulkan permohonannya, maka Daud akan putus asa, tidak berdoa lagi, tidak terima kenyataan hidupnya dan lebih buruk lagi, dia akan menjauh dan tidak ingat lagi akan Daku.
Dan engkau, Ali! Kemampuanmu bertahan hanya tiga bulan saja. Sesudah itu, engkau akan putus asa dan menjauh dari Saya. Engkau akan membuat perhitungan dan tidak lagi mengingat segala kebaikan yang telah kamu terima daripada-Ku. Engkau akan menutup mata dari segala hal baik, yang telah dan sedang kamu dapat cuma-cuma tanpa memintanya daripada-Ku.

Pos terkait