Berdoa Dengan Tidak Jemu-Jemu

IMG 20241231 WA0018

Kesabaran dan ketekunan dalam doa, kita dengar juga dalam bacaan Injil, tentang Hakim yang tidak benar, yang mengabulkan permohonan seorang janda. Janda ini tidak mau putus asa dan datang terus menerus mengganggu ketenangan hakim itu.

Dalam dua perumpamaan di atas kita melihat bahwa urusan dengan Tuhan, bukanlah satu urusan yang bersifat cepat. Mungkin karena itu, ada orang yang merasa bahwa doanya seperti tidak dikabulkan oleh Tuhan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Perlu diingat bahwa Tuhan mengabulkan doa-doa kita dengan cara Tuhan sendiri. Mungkin Tuhan mengulur-ulur waktu untuk memurnikan motivasi kita; atau untuk meningkatkan harapan kita kepada-Nya; atau juga karena Tuhan mau kita lebih dahulu memperbaiki kesalahan kita (bertobat).

Permohonan kita kepada Tuhan dapat dibandingkan dengan permohonan kita kepada orang tua kita masing-masing. Kalau apa yang kita minta tidak atau belum diberi, kita tetap pasrah kepada orang tua kita. Kita tidak putus asa dan juga tidak menjauhkan diri dari orang tua kita.

Permohonan kita belum dikabulkan karena ada alasan dari pihak orang tua kita. Yang terpenting dari kita ialah kita harus tetap memohon dan berdoa. Entah kita merasa doa kita dikabulkan atau tidak, kita serahkan kepada Tuhan saja. Tuhan sebagai Bapa, tahu apa yang terbaik untuk kita.

Sebab itu, kita harus berdoa terus-menerus, tanpa rasa putus asa, seperti seorang janda dalam Injil tadi. Supaya kita tetap berdoa, kita perlu yakin akan kebaikan Tuhan dan keyakinan akan diri sendiri. Kita harus yakin bahwa Allah adalah Bapa dan kita pun mesti yakin akan diri sendiri yang hanya mau pasrah pada apa yang dikehendaki oleh Allah.

Pos terkait