Sejalan dengan spiritualitas yang dikembangkan di sekolah itu. Lembaga menanamkan obesi kuat bahwa pengembangan minat dan bakat siswa/i harus mendapat porsi sama. Sebab pendidikan karakter tidak hanya menekankan perjumpaan di kelas, tetapi wahana olah rasa perlu mendapat porsi yang cukup pula. Karena itu setiap Sabtu dalam pekan semua siswa bergelut dengan minatnya masing-masing.
Halaman tengah sekolah itu diapit dua bangunan. Satu unit gedung yang semula ruangan laboratorium disulap jadi tempat pengembangan minat dan bakat siswa/i. Khususnya keterampilan meubeler dan elektronik. Peralatan masih amat sederhana, tetapi hasilnya membanggakan. Produk karya siswa/i mengisi ruangan kelas. Entah hiasan dinging kelas. Kursi-meja dan aksesoris lainnya. Ada-ada saja hasil kreasi siswa sekolah itu. Yang membanggakan kreasi-kreasi itu semakin kaya di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Sekolah SMAN 3 Jawang-Borong, Konstantinus Everson Rada, menjelaskan, SMAN 3 Jawang-Borong memiliki orientasi pendidikan tidak hanya menekankan tatap muka di kelas tetapi gerakan literasi sungguh diperhatikan secara serius. Untuk itu, kegiatan belajar mengajar selama pandemi Covid-19 tetap jalan. Selama lima hari penuh siswa tetap aktif KBM dengan jumlah rombongan belajar mengikuti protokol kesehatan.
“KBM di SMAN 3 Jawang-Borong full day sejak Senin sampai Jumat. Guru-guru stand by di sekolah. Siswa/i bergantian sesuai jadwal dan jumlah yang ditentukan. Sementara hari Sabtu untuk kegiatan literasi. Pengembangan minat dan bakat,” katanya.







