Menurutnya, pengembangan minat dan bakat siswa/i SMAN 3 Borong selalu bernaung di bawah rindangan Pohon Pancasila. Pohon itu memiliki makna yang tersirat di baliknya. Seperti nomen est omen, Pohon Pancasila di sekolah itu memancarkan daya sihir dan magnetisnya. Menampilkan ‘keajaiban’ penghayatan serentak menampar kesadaran untuk menimba kekayaan ‘bathiniah’ yang terkandung di dalam Pancasila itu sendiri.

Karena itu, untuk menukik lebih dalam, menimba sumur kearifan pesannya, mencuathangatkan bait-bait makna kesaktian Pancasila, manajemen SMAN 3 Borong menggelar talk show pada Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2020 dan lontok leok, pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020 lalu.
“Dua kegiatan itu digelar di bawah Pohon Pancasila. Penataan tempat kegiatan mengacu filosopi sanda limanya orang Manggarai. Pada lima dahannya tercantum sila-sila Pancasila,” tambah Willybrodus Barus guru SMAN 3 Borong.
Tampil narasumber talk show anggota DPRD Propinsi NTT, Yohanes Rumat, SE, Bupati Manggarai Timur, Andre Agas, Kepala Kantor Agama Manggarai Timur, Naldy Serang, dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), Basilius Teto.
Sementara Boni Hargens tidak bisa hadir karena ditengarai aandemi Covid-19. Namun pengamat politik dan dosen Universitas Indonesia ini menghadirkan narasi tentang Pancasila melalui press conferencenya. Acara semakin marak ditemani tembang kebangsaan dan lagu daerah yang dilantunkan siswa/siswi sekolah itu.







