Kepsek SMAN 3 Borong, Konstantinus Everson Rada, S.Psi, menjelaskan kegiatan talk show berhasil menghadirkan roh dan nilai-nilai Pancasila. Sebab disadari pendidikan moral Pancasila harus ditegakkan. Sebagaimana penggalan-pengalaman di periode silam, nilai-nilai Pancasila diajarkan secara runut dan teratur sehingga kekayaan pesan Pancasila terwariskan dalam kepribadian siswa yang bernilai utuh, berbudi pekerti dan menjadi suri tauladan penuh peghayatan.
Namun dewasa ini, paradigma penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara terasa hambar akibat minimnya pendidikan nilai-nilai Pancasila.
Karena itu pendidikan moral Pancasila harus dihidupkan dan dihayati sebagai napas kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Hanya saja pengajaran penghayatan nilai-nilai Pancasila itu tidak bisa diandalkan di tingkat SMA. Sebab esensi pembelajaran dan tuntutan kurikulum di bangku SMA sudah berbeda. Yang diharapkan pengetahuan dan nilai-nilai Pancasila diajarkan di tingkat dasar dan sekolah lanjutan pertama. Di fase itu jadi persemaian yang tepat meletakkan nilai-nilai kebajikan Pancasila.
“Talk show 1 Oktober 2020 merupakan manifestasi keinsafan lembaga SMAN 3 Borong di tengah Pandemi Covid-19. Sebab Pancasila yang terpatri pada nama pohon di sekolah itu menjadi ruang perjumpaan. Ikon sekolah. Manifesto kedalaman nilai-nilai Pancasila. Pohon Pancasila yang merangkum erat lima cabangnya menukilkan keabadian pesannya. Karena itu agar daya ‘sengatannya’ menjadi bermakna dan berjiwa setiap cabang diletakkan lima butir Pancasila,” jelasnya.







