Cukup Sudah Investasi Yang Menghisap dan Membunuh Kami  

alvin

Apa benar PT Mutiara Adonara mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Lembata, terutama menjamin kelangsungan hidup masyarakat nelayan di pesisir teluk Lewoleba? Budidaya Mutiara di Kecamatan Lebatukan, misalnya, meski telah hadir sekian dekade, tetapi secara kuantitatif maupun kualitatif, tidak menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan dalil macam apa lagi mereka hendak membangun alibi?

Jika pihak perusahaan menjanjikan penyerapan tenaga kerja, maka kemungkinan akan ada 70-100 tenaga kerja dengan rentang usia produktif yang direkrut. Lalu apakah Nelayan terdampak hanya berjumlah demikian dan rentang usia mereka umumnya produktif sebagi tenaga kerja? Coba bandingkan dengan jumlah nelayan dari pesisir Lewoleba Utara hingga ke wilayah Tanjung Tuak yang mencapai 300-500an orang bahkan lebih? Nelayan yang dimaksudkan dalam konteks ini bukan hanya masyarakat pesisir, tetapi semua orang yang memanfaatkan ruang laut sebagai tempat menncari nafkah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kenyataan menunjukkan, yang berKTP petani sekalipun tetap menggangutngkan sebagian hidupnya dari hasil melaut. Jika, wilayah tangkap dan wilayah berlabuh mereka dirampas lalu diprivatisasi, dengan apa mereka memenuhi kebutuhan hidup keluarga? Opsi terbaik apa yang ditawarkan bagi mereka selain upah minimum dan jaminan kerja yang relatif rendah. Jika upahnya tak lebih dari 2 juta per bulan, maka itu adalah bagian dari penetrasi ilusi pertumbuhan ekonomi.

Kenyataannya, banyak nelayan mampu menghasilkan angka berkali-kali lipat dari upah tersebut. Belum lagi sistem perjanjian kerja yang bisa direkayasa sebagaimana yang sudah dipraktikan di dua wilayah budidaya mutiara lain. Di Loang, misalnya, hari kerja diatur sedemikian, sehingga hak untuk mendapatkan tunjangan dan sejenisnya bisa dihindari pihak perusahaan. Ini adalah kejahatan yang harus ditolak.

Pos terkait