Dari Ende Menuju Indonesia

agustinus siswani iri1

Pancasila menjawab keberagaman tersebut.  Dengan menautkan perbedaan suku, ras, etnik, agama, budaya dan geografis dalam satu titik temu atau persetujuan untuk membangun kebhinekaan yang tertuang pada setiap sila pada Pancasila.

Hari lahirnya  Pancasila pada 1 Juni ini  telah memberikan nilai sejarah bangsa ini. Nilai luhur Pancasila adalah mempersatukan dan memberikan arah bagi kehidupan negara kita ini. Pancasila diciptakan dari “jiwa persatuan”. Pancasila diciptakan untuk mempersatukan jiwa rakyat ini menjadi “jiwa bangsa”, lalu menjadi “jiwa negara”

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sila pertama. Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama menjelaskan keberagaman agama dimana setiap penduduk bebas memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing serta saling menghormati pilihannya. Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat religius dan sekaligus majemuk.

Pidato Sukarno disampaikan pada 17 Agustus 1949 memberikan  pemahaman, dan meyakinkan bahwa Pancasila itu betul-betul telah menjadi ideologi. Ia mengatakan begini, “Saya telah berkeliling Indonesia. Di Aceh, saya ketemu dengan orang Islam. Di Medan, saya ketemu dengan orang Islam dan Batak. Di Pematang Siantar, saya bertemu dengan orang Kristen. Di Jawa, saya ketemu orang Islam. Di Bali, saya ketemu dengan orang Hindu. ” Dan yang terakhir dikatakannya ialah “Saya sampai di Kiloes, bertemu dengan orang yang sebagian besarnya sudah menganut atau beragama Katolik.

Kita dapat memetik setiap ucapan Sukarno yang begitu bernas dan sesuai dengan kenyataan. Ucapan Sukarno sangat relevan.   Meskipun bukan negara berdasar agama tertentu, masyarakat kita sangat lekat dengan kehidupan beragama. Nyaris tidak ada satu pun urusan sehari-hari yang tidak berkaitan dengan agama.

Pos terkait