In Memoriam Kakaku Dr. Daniel “Residen Maier” Dhakidae

daniel dhakidae 1

Kami senang sekali dengan temuan ini sehingga dia bilang, Maxi jadi Max Letnan De Vries BiaeDae dan dirinya, Daniel Residen Maier Dhakidae. Sampai akhir hayatnya sapaan ini tetap kami pakai dalam pertemuan pribadi, telepon maupun sapaan via Whatsapp.

Memang waktu kecil saya sering mendengar cerita tentangnya dari rumah juga.  Tetapi waktu pikiran saya beranjak menjadi lebih sedikit konseptual, saya mulai mengenalnya lagi melalui tulisan-tulisannya, terutama ketika di Seminari Hokeng.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Saya senang sekali membaca tulisannya di rubrik “Topik Kita” di majalah “Prisma” yang dipajang di taman baca seminari. Kami biasa berkunjung ke taman bacaan, kalau sempat di sore hari dan pada rekreasi malam.

Minat belajar dari tulisannya menjadi lebih kuat lagi ketika saya belajar filsafat di Ledalero karena sangat mendidik dalam arti the cultivation of the intellect. Apalagi ketika di sana saya juga suka dengan pemikiran Marxis.  Namun, kalau bertemu kami juga lebih suka dongeng daripada berbicara yang serius. Suka dongeng tentang kampung, tentang kelakuan orang tua kami tempoe doeloe.

Tetapi kadang-kadang kami umpan Daniel agar bercerita tentang ketika masih mahasiswa dan kemudian di Prisma dan LP3S, Cornel  University dan kemudian di Litbang Kompas.

Dari semua kisah, salah satu kisah yang saya senang adalah kisah ini. Yakni, pengalamannya dalam peristiwa Malari. Pengalaman ini juga secara tertulis dikisahkannya di dalam “The Confesioness: A Preface to the Dissertation” hal.xix-xxx).

Gara-gara Malari ini Daniel dan salah satu sahabatnya dari LP3ES dicekal untuk bepergian ke Jerman. Beliau pernah dicekal di Halim. Waktu itu mau ke Jerman diundang oleh salah satu yayasan  di sana untuk berbicara tentang kemiskinan. Beliau diminta untuk berbicara tentang kemiskinan struktural di Indonesia. Sampai di Bandara Halim mereka dicekal oleh tentara dan tidak boleh berangkat ke Jerman.

Pos terkait