Kasihilah Musuhmu

JOHN NABEN1

Yesus katakan, ‘hari ini juga’ bukan ‘nanti’. Itulah kerahiman Allah yang tidak menghukum melainkan mengampuni orang yang mau bertobat. Juga tidak disebutkan kejahatan apa yang telah dilakukannya. Mungkin si penjahat itu adalah seorang perampok, pencuri, pembunuh yang keji. Sebab hukuman mati, hanya diberikan kepada orang yang melakukan sebuah kejahatan besar atau orang yang paling jahat di mata kebanyakan orang. Manusia melihat orang ini sebagai penjahat yang patut dihukum mati di salib. Bagi Yesus, dia bukan lagi seorang penjahat, tetapi dia adalah seorang pendosa, yang bertobat.

Pada suatu waktu, saya dan beberapa Novis menyaksikan seseorang yang kecelakaan. Dia terluka. Ada seorang Novis mengatakan begini: ‘Begitu supaya dia tahu rasa. Dia nakal sekali. Bicara tidak dengar’. Seorang Novis lain, menimpal: ‘Jangan bantu dia. Biar dia tolong dirinya sendiri’. Seorang lain lagi bilang: ‘Coba kita lihat dia, supaya dia bisa bangun lagi ka tidak!’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kemudian, saya katakan: ‘Kemarin dia memang nakal. Kemarin juga dia tidak cukup mendengar nasihat orang. Dia yang jatuh, tidak mungkin menolong dirinya sendiri. Pada saat ini, pada peristiwa kecelakaan ini, dia bukan anak nakal lagi, melainkan dia adalah seorang penderita yang perlu dibantu. Dia adalah seorang saudara kita yang harus ditolong. Dia butuh uluran tangan kita’.

Sering terjadi di tanah air kita, ada perusakkan Gedung Gereja, ada bom yang diledakkan untuk membunuh orang yang sedang beribadah, ada pelarangan untuk tidak berdoa di beberapa tempat, juga ada pelarangan membangun Rumah Ibadah, dll. Mendengar dan melihat peristiwa itu, ada umat Katolik maupun Protestan menjadi sangat marah dan mau membalas. Tetapi Yesus mengatakan: ‘kasihilah musuhmu, jangan membalas, selalu berbuat baik kepada orang yang membencimu dan mintalah berkat kepada orang yang mengutuk kamu’.

Pos terkait