Kasihilah Musuhmu

JOHN NABEN1

Kalau kata-kata tersebut di atas juga ada dalam ekspresi kita kepada orang lain, atau pernah tersemat dalam pikiran maka kita juga punya musuh. Sikap tidak senang dengan orang lain, menunjukkan bahwa sebenarnya kita punya musuh atau lawan.

Coba kita baca (dengar) perkataan Yesus, dalam Injil Lukas 6:27-33; Pertama, kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kamu. Kedua, minta berkat bagi orang yang mengutuk kamu. Ketiga, berdoalah bagi orang yang mengatai kamu. Keempat, jika ditampar pada pipi yang satu, berikan juga pipi yang satu. Kelima, berilah kepada orang yang meminta sesuatu kepadamu dan jangan memintanya kembali. Keenam, mengasihi orang yang mengasihimu, itu sama dengan orang berdosa; sebab orang jahat pun bisa melakukannya. Ketuju, berbuat baik kepada orang lain, tanpa mengharapkan balasan; sebab balasannya adalah menjadi anak-anak Allah yang mahatinggi. Kedelapan, Allah berbuat baik kepada semua orang, termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih, juga kepada orang yang jahat sekalipun. Kesembilan, janganlah menghakimi; sebab kamu pun akan dihakimi. Kesepuluh, jangan menghukum melainkan mengampuni. Kesebelas, dan jadilah orang yang bermurah hati, seperti Bapamu adalah Murah Hati.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dari perkataan Yesus di atas, ada kata kunci yang harusnya diperhatikan, diresapi dan dilaksanakan dalam hidup. Mengasihi musuh, berbuat baik kepada yang tidak senang dengan kita, jangan benci apalagi dendam serta membalas kejahatan dengan kebaikan.

Contoh tepat mengenai hal ini, kita baca dalam 1Sam. 26:2, 7-9, 12-13, 22-23; Raja Saul membenci Daud dan mau membunuhnya. Dan pada suatu kesempatan Daud memperoleh peluang untuk membunuh Raja Saul, namun Daud tidak melakukannya, karena dia menaruh hormat kepada Saul; raja yang diurapi Tuhan sendiri.

Pos terkait