Putin ‘cerdas’ untuk membuka mata dunia. Tentang apa yang terjadi di Beograd, dengan pelbagai serangan terhadap kota-kota di Yugoslavia. Ini belum lagi bila harus berbicara tentang keputusan PBB yang ‘merestui’ operasi militer di Irak, Libya dan Suriah. Sepertinya, Putin hendak ingatkan bahwa dunia sebenarnya hanya dikendalikan oleh ‘para pangeran perdamaian namun bermental kolonial.’
Operasi Militer Rusia ke Ukraina adalah sinyal kuat dan serius bahwa “Rusia masih ada. Berwibawa. Tidak timbul tenggelam. Berkekuatan dan berbahaya.” Dunia mesti kembali buat perhitungan bahwa di rana militer Rusia amat berisiko untuk kejutkan keamanan global.
Tentu ini pula menjadi alarm dini dan tegas bagi 12 negara lainnya yang berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah Rusia. Condongkan diri terlalu ke Barat, atau berkiblat sejadinya demi kepentingan NATO sama artinya ‘bermain-main api yang timbulkan kebakaran peperangan yang serius.’
Arogansi di Atas Inferioritas
Tetapi Putin juga sekian cantik mainkan sentimen nasionalisme. Dirangkaikan kata-kata terpilih bahwa para politisi Barat dan NATO tidak hanya jadi ancaman terbesar. Lebih dari itu strategi Barat terkesan telah beraksi kasar dan tidak sopan. Semua ‘sikap kurang ajar Barat dan NATO’ dianggap telah datangkan kecemasan.
Soviet yang telah berantakan, – dan hanya tersisa Rusia -, bahkan kini sudah tertimpa tangga penghinaan. Apakah Barat dengan NATO-nya itu, yang disinyalir bakal tempatkan pangkalan-pangkalan militer yang semakin dekati perbatasan itu, sungguh-sungguh punya misi agar Rusia di suatu ketika benar-benar runtuh dan hilang lenyap? Bukankah ini sungguh mengancam kedaulatan bangsa dan negara Rusia?







