“Berbicara politik itu sebagai debat kebijakan, bukan kasak-kusuk elit berebut kekuasaan…”
(Najwa Shihab, presenter-jurnaslis, 1977)
Oleh P. Kons Beo, SVD
Gontok-Gontokan itu tetap Berlanjut
Heboh demo para mahasiswa di hari Senin, 11 April 2022 nyatanya masih berlangsung. Tak puas dengan saling baku sikut seputar kisah Ade Armando, kini tampillah kisah seorang Kaharuddin. Namanya jadi tenar melambung. Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) itu sudah tampil di acara bincang HOTROOM Metro TV, yang dipandu Hotman Paris, di Kamis, 14 April 2022.
Sepertinya, segala hiruk-pikuk demo jalanan, yang disusupi kaum beringas dilupakan sejenak. Segala tuntutan serius demo para mahasiswa, hendak dipadatkan Kaharuddin dalam bincang-bincang itu. Mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Riau (UNRI) punya panggung yang bisa ditatap di layar kaca seantero Nusantara.
Suatu kesempatan emas bagi Kaharuddin. Tak mau hanya bersuara lantang memimpin gerakan demo di alam terbuka, kini ada ruang baginya di HOTROOM Metro TV. Agar lebih membahana. Walau sepertinya tak gampang tampil dalam area public speaking di depan kamera TV, Kaharuddin sudah bertarung jelaskan seperti apa sebenarnya tuntutan mahasiswa pada 11 April 2022 itu. Dan pada akhirnya Hotman Paris sepertinya mendidik si Kaharuddin untuk dalami dan menguasai substansi dari segala tuntutan demo itu.
Demokrasi Penuh Ulah?
Sejatinya, tak ada yang aneh di negeri seperti Indonesia di masa kini. Alam demokrasi forma Indonesia terasa unik dan istimewa. Siapa pun dijamin haknya untuk bersuara. Persaingan bisa terjadi dalam alam ‘berseberangan dan lalu bisa berkarib.’ Ya, ala perseteruan dan kekariban Jokowi dan Prabowo. Di area demokrasi seperti ini, tak ada yang aneh dari Kaharuddin.





