Meraba-Raba Bayangan Kaharuddin

Kons beo3 1

Jalur demo seperti ini mudah terbaca. Ia sebenarnya bertolak dari kepentingan segelintir yang sungguh merasa terganggu oleh kekuasaan (regim). Dan karena itulah ‘jasa para pendemo, yang tipis bedanya dengan perusuh,’ itu mesti dipesan.

Demo sekedar ‘ikut-ikutan karena dibayar’ sudah jadi kelumrahan. Sederhananya, bila ada money politic demi kekuasaan, maka ada juga money politic demi lengserkan kekuasaan itu. Apakah tidak mungkin bahwa sebenarnya telah hadir ‘perusahaan-perusahaan jasa demo pada saat yang tepat?’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tetapi, bukan kah ada pula ‘demo tunggangan?’ Katakan ini adalah satu gerakan yang lihai membonceng keramaian demo. Semuanya hanya untuk menyasar apapun yang dianggap musuh. Iya, para musuh yang dianggap sungguh mengganggu kepentingannya sendiri. Para ‘penumpang gelap’ dalam demo bisa saja bertindak anarkis. Melebarkan tuntutan demo dengan tindakan-tindakan sekian liar dan tentu tak terpuji.

Namun pula, tidak kah rangkaian demo itu bisa ungkapkan pula satu perjuangan yang kolaboratif? Artinya, kerjasama kelompok individu demi aksi-aksi demo sungguh terpintal. Tak peduli seperti apa sebenarnya kepentingan dari masing-masing kelompok yang bisa saja berbeda. Pada intinya kekuasaan mesti ditumbangkan.

Kekuasaan  Jokowi: Musuh Bersama?

Kerja sama antarkepentingan dalam konteks demo (yang keras sekalipun) mesti sepakat melihat kekuasaan (regim) sebagai musuh bersama. Di titik inilah ‘kekuasaan dalam diri Presiden Jokowi’ mesti sungguh dilihat sebagai musuh bersama. Dengan itu bisa dirancang sebuah demo yang komprehensif-integral dalam kepentingan.

Pos terkait