Meraba-Raba Bayangan Kaharuddin

Kons beo3 1

Namun, ada suara lantang Kaharuddin yang sayangnya dianggap ternoda dan tak sedap didengar. Itu ternilai saat Kaharuddin bikin komparasi antara atmosfer kebebasan dan kesejahteraan di masa Orla, zaman Orba dan periode Reformasi. Intinya, di zaman Orla ada kebebasan namun kesejahteraan tidak; di era Orba ada yang namanya kebebasan, dan juga kesejahteraan dimiliki. Ada pertanyaan penuh sangsi di hari ini: apakah kita peroleh kesejahteraan? Apakah kita peroleh kebebasan?

Walau masih dalam bentuk interogatif yang jawabannya masih terbuka luas, Kaharuddin toh telah didakwah bakukan satu statement konyol. Sekiranya alam hidup berdemokrasi, berpendapat serta ruang-ruang kebebasan di era reformasi kini didapat dengan taruhan yang teramat mahal dan sulit. Benar kah?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kontroversi Kaharuddin

Sebagai opini, ya itulah narasi yang dibangun Kaharuddin. Tetapi ketika berpautan dengan fakta, kisah-kisah nyata atau pengalaman, kebenaran opini itu patut ditantang. Tak tunggu lama, Kaharuddin dihujani bogem gagasan dalam banyak narasi counter.

Kaharuddin dianggap telah mengobok-obok dan mengkudeta  kebenaran eksperiensial yang dianggap sebagai hak paten para pelaku sejarah di kisah tumbangnya Orba. Apa yang diperlihatkan Kaharuddin dianggap sebagai satu pelecehan fakta sejarah. Jauh dari akurasi analisis historis yang sepatutnya. Dan bisa diduga sebagai satu upaya pembohongan publik yang menggelikan.

Sebab itulah, Kaharuddin cs ‘dipaksa’ untuk dalami rel-rel sejarah di kisah Orla menuju Orba dan kini masih berjalan di era Reformasi.  Berikut, memang Kaharudin telah meralat ucapannya. “Koreksi dari Ketua BEM SI: Orde baru kita dapati kesejahteraan, tapi tanpa kebebasan dan keadilan,” kata Kaharuddin di akun Twitternya, 17 April 2022.

Pos terkait