Pesta Pembaptisan Tuhan : Pelantikan Hamba Allah

IMG 20241231 WA0018

Namun dalam kesederhanaan ini, justru tampil satu peristiwa yang mengagumkan, yang sangat luar biasa dan ilahi. Hadir Allah Tritunggal; Yesus, Allah Putera; pribadi kedua berdiri dihadapan Yohanes dan siap dibaptis. Lalu, Langit terkoyak dan Roh Kudus seperti Burung Merpati turun keatas-Nya (Pribadi ketiga). Dan dari dalam awan itu, terdengar suara Allah Bapa (Pribadi pertama): Engkaulah Anak Yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan (bdk. Luk. 3:22; Mat. 3:17; Mrk. 1:11).

Pada pelantikan seorang pejabat, dia tampil gagah dan mengenakan pakaian kebesaran. Sebaliknya, pada pelantikan Yesus, Dia tampil sebagai seorang hamba; yang membuat diri-Nya sama dengan manusia pendosa.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pembaptisan Yohanes adalah satu pembaptisan tobat. Sebenarnya Yesus yang adalah Anak Allah, tidak perlu dibaptis oleh seorang anak manusia, layaknya kita. Yesus yang adalah Anak Allah, dari atau dengan sendirinya tidak ada dosa dan karena itu tidak memerlukan pertobatan. Namun, Yesus mau menyatu dengan manusia dalam segala-galanya, termasuk membuat diri-Nya sama dengan pendosa. Dengan demikian, peristiwa pembaptisan mempunyai nilai yang berbeda dengan pembaptisan yang dibuat oleh Yohanes.

Peristiwa kelahiran Yesus, yang barusan kita rayakan saat Natal adalah peristiwa penjelmaan (inkarnasi) Allah menjadi manusia. Satu tindakan perendahan diri dari pihak Allah yang amat sangat mengagumkan. Peristiwa perendahan diri Allah ini dilengkapi oleh peristiwa pembaptisan; satu tanda Yesus sungguh-sungguh menjadi manusia dan hidup sebagai manusia dalam segala-galanya, kecuali dalam hal dosa.
Adam, manusia pertama jatuh ke dalam dosa karena dia mau meninggikan dirinya. Dosa adalah salah satu tindakan kesombongan dari pihak manusia yang mau melawan kuasa dan kehendak Allah. Maka sebagai satu tindakan pemulihan, Yesus merendahkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba.

Pos terkait