Pesta Pembaptisan Tuhan : Pelantikan Hamba Allah

IMG 20241231 WA0018

Dengan jalan ini, Yesus menjadi Anak Terkasih Allah. Pada saat keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengar suara dari sorga: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan (bdk. Mrk. 1:10-11).

Inilah kata-kata pelantikan untuk Yesus. Dia dikasihi karena berkenan kepada Allah dalam melaksanakan tugas-Nya sebagai hamba. Itu berarti, Yesus akan dan mulai melaksanakan tugas sebagai seorang hamba yang taat mutlak kepada Allah, apapun risikonya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kata hamba erat hubungannya dengan ketaatan. Seorang hamba hanya tahu taat. Nabi Yesaya sudah mengatakan: Lihat itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas-Nya, supaya Ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa (bdk. Yes. 42:1).

Dalam masyarakat Yahudi, seorang hamba adalah orang yang paling rendah bahkan hina. Bagi mereka, seorang hamba tidak ada kata: nanti, sebentar lagi, tunggu dulu atau sabar. Dia hanya ada kata ya setiap saat. Itu berarti, hamba selalu dalam keadaan siap untuk melaksanakan apa yang disampaikan oleh tuannya.

Itulah jalan Yesus untuk meyelamatkan umat manusia. Ia yang adalah Allah menghampakan diri menjadi manusia yang hamba; menjalankan tugas dengan ketaatan penuh sampai mati di salib (cf. Fil. 4:7-9).
Merayakan pesta Pembaptisan Tuhan harus mengingatkan kita akan pembaptisan kita sendiri. Pada saat dibaptis, kita juga sudah menjadi anak kekasih Allah yang berkenan kepada-Nya. Dahulu, waktu belajar agama melalui Katekismus, sudah diajarkan bahwa oleh pembaptisan kita menjadi anak Allah dan menjadi pewaris Surga. Kita ada hak untuk menjadi anak Allah, namun hak itu harus disertai kewajiban. Kewajiban itu ialah belajar menjadi Murid Yesus. Kita hanya dapat masuk Surga, kalau hidup kita selaras dengan hidup Yesus; sebagai seorang hamba yang taat.

Pos terkait