Pesta Pembaptisan Tuhan : Pelantikan Hamba Allah

IMG 20241231 WA0018

Dalam semangat ketaatan kepada Allah, Yesus melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian kepada sesama, membawa kabar gembira, mewartakan kebaikan, menghibur yang sakit dan menderita, memberi sedekah kepada yang membutuhkan, memberi penglihatan kepada yang buta, menolong yang bisu untuk berbicara, menolong yang lumpuh untuk berjalan dan membawa pertobatan bagi yang berdosa.

Melalui pembaptisan, Yesus mengarahkan hidup-Nya secara penuh kepada Allah dan manusia. Kita sudah dibaptis dalam nama-Nya, maka hendaklah kita juga mengikuti jalan hidup-Nya. Oleh pembaptisan, kita mendapat nama baru; status hidup yang baru. Maka hendaknya pula kita hidup sesuai dengan nama itu. Kalau hidup kita tidak benar sebagai seorang Kristen Katolik, maka kita akan ditegur, karena hidup kita tidak sesuai dengan nama maupun status yang telah kita terima dari Tuhan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Seorang tokoh pemimpin Gerakan Kemerdekaan India, bernama Mahatma Gandhi, suka membaca Injil. Dan perikop Injil yang paling disukai ialah Kotbah di Bukit. Dia pernah berujar; Saya suka Kitab Injil, tetapi saya tidak suka dengan orang Kristen, karena mereka hidup tidak sesuai dengan nasehat Injil.

Bukan dengan menerima Sakramen Pembaptisan, dengan sendirinya kita menjadi pewaris surga atau selamat. Tetapi kita harus hidup sebagai orang Kristen yang benar agar selamat. Kita hidup di tengah dunia yang menantang hidup kristiani. Tantangan itu ada dalam diri dan juga datang dari luar. Kita harus berpegang teguh pada prinsip hidup kristiani, agar kita dapat mengatasi tantangan yang datang dari luar.
Dasar dari kelemahan manusiawi kita adalah kesombongan. Orang yang sombong ialah orang yang merasa diri hebat dan merendahkan orang lain. Dosa manusia pertama ialah kesombongan. Dia jatuh dalam dosa karena mau menjadi sama dengan Allah dengan mengikuti kehendak iblis. Dosa pertama yang dibuat oleh manusia ialah sikap tidak peduli akan Allah; satu bentuk kesombongan. Dan kesombongan itu menjalar kepada manusia, sampai kepada kita yang hidup di zaman sekarang.

Pos terkait