Rasul Petrus Dicambuk Karena Beritakan Yesus Bangkit dan Hidup Lagi

Alkex jebadu1

Pada akhirnya mereka bersepakat untuk membunuh Rasul Petrus dkk. Tapi salah seorang Farisi yang bernama Gamaliel memberikan pendapat lain. Gamaliel berpendapat bahwa kalau apa yang dilakukan oleh Rasul Petrus dkk ini adalah karya manusia belaka maka ia akan hilang dengan sendirinya karena sebelumnya ada banyak contoh hal seperupa dalam sejarah bangsa Yahudi.

Tapi kalau karya pewartaan Rasul Petrus dkk ini berasal dari Allah, maka manusia tidak akan bisa menghentikannya dan bahkah ada bahaya bahwa manusia, yaitu para pemimpin Yahudi, akan melawan Allah sendiri dan hal ini tidak bisa terjadi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pendapat Gamaliel diterima. Rasul Petrus tidak jadi dibunuh. Tapi
para pemimpin Yahudi hanya mencambuki para rasul itu, lalu melepaskan mereka sambil tetap melarang mereka untuk bercerita bahwa Yesus bangkit dan hidup lagi.

Para rasul meninggalkan ruang sidang dengan suka cita (bdk. Kis 5:34-40). Selanjutnya, semakin dilarang Rasul Petrus dkk tetap menceritakan bahwa Yesus bangkit dan hidup lagi.

Lalu semakin banyak orang berkumpul dan percaya yang kemudian menjadi orang Kristen yang artinya pengikut Kristus yang bangkit. Orang Kristen di Yerusalem  kemudian dianiaya dan dibunuh (bdk Kis 8:1b-3) dan bahkan kejar orang Kristen yang lari ke luar Yerusalem yaitu di Damsyik. Dan Saulus, seorang Farisi, mengejar mereka hingga ke Damsyik (bdk. Kis 9:1-19a).

Yesus menampakkan diri kepada Saulus dengan menjatuhkannya dari kuda tunggangannya dalam perjalanan untuk mengejar orang Kristen di Damsyik: “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiayai Aku?” Saulus menjawab: “Siapakah Engkau, Tuan?” Yesus menjawab: “Akulah Yesus yang kau aniaya itu!” (Kis 9:4-6).

Pos terkait