Yang model begini, sulit rasanya untuk bebas ‘Tabola Bale’.
Tapi, kini mari kita usung ‘Tabola Bale’ ke rana bebas. Untuk tak hanya kontemplasikannya sebatas ‘taman kembang-kembang asmara.’ Gelisah tidur malam yang bikin ‘tabola bale’ bisa berpangkal pada nasib atau kondisi hidup yang tak menentu. Angkatan muda yang gelisah mendengus tak pasti lowongan kerja bisa juga jadi ‘tabola bale’.
Para Wakil Rakyat di Senayan bisa jadi ‘tabola bale’ tak nyenyak di hari-hari belakangan ini. Jangan-jangan DPR benaran dibubarkan! Segala khaos di rana politik itu itu pun bikin gelisah ‘tabola bale’. Itu seperti siapapun yang kuat terindikasi dan bahkan terbukti curi-curi dan makan uang publik lewat jalan tikus tindak korupsi. Itu pun ‘tabola bale’ tidur tak nyenyak, makan pun enggan tak berselera. Banyak ibu rumah tangga dan bapa keluarga jadi kalang kabut ‘tabola bale’ tak nyaman gara-gara diburu dan diteror beruntun akibat judi dan pinjaman online…
Dan lagi?
Alarm gelisah yang bikin tak nyaman telah menghantui sekiranya alam dan lingkungan marah karena telah digaruk sembrono. Dan ancaman bencana ekologis sungguh jadi nyata. Mungkinkah para pimpinan yang mulia bisa membaca gelisah hati masyarakat yang bikin ‘tabola bale?’
Namun, yang jelas, semesta Nusantara masih menuntut bukti nyata dari janji-janji panggung kampanye. Dari tingkat pusat hingga ke pelosok-pelosok. Sebab, gelisah publik yang bikin gerak ‘tabola bale’ bersumber dari suara panggung yang banyak ‘tabola bale’-nya. Oh iya, maksudnya, banyak ‘putar bale’-nya… Terlalu boros obral janji.
Yang dicurigai berat sekian ‘melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi..’
Kapan ya negeri ini benar-benar adem? Benar-benar bikin gelisah ‘tabola-bale’ sekiranya suasana tak menentu tetap mencekam.





