Siapa Yang Hilang?

JOHN NABEN1

Itulah dosa. Tidak ada lagi kepuasan atau tidak ada lagi rasa bahagia dalam hidupnya. Walaupun dosa itu bisa membawa kesenangan, namun itu tidak membahagiakan. Hidup tertekan. Manusia dan setiap kita tahu akan hal itu. Tetapi masih mau juga berbuat dosa.

Kebodohan Si Bungsu ini, membawa malapetaka, penderitaan dan kesedihan bagi dirinya sendiri dan juga bagi bapanya. Untungnya, Si Bungsu sadar akan akibat dosa yang telah ia perbuat. Dia harus menanggung penderitaan, baik lahir maupun batin. Ia lalu menyadari keadaannya itu; Si Bungsu bangun dan pulang ke rumah; ia pulang kepada bapanya (Lih. Luk. 15:20).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Si Bungsu sadar bahwa ia telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa. Itulah dosa manusia, yakni  memutuskan hubungan dengan Allah dan sesama. Itu berarti, dosa yang dibuat bukan hanya satu pelanggaran terhadap hukum Tuhan tetapi juga satu perbuatan jahat terhadap sesama. Sesama kita bisa menderita akibat dosa yang kita buat atau yang kita lalukan.

Si Bungsu pulang kepada bapa dan dia diterima oleh bapa tanpa teguran, tanpa siksaan, tanpa hukuman, tanpa sikap benci, tanpa dendam dan tanpa sikap marah. Yang dibuat oleh sang bapa ialah menerima Si Bungsu kembali dengan gembira disertai rasa belaskasihan. Dan apa yang dibuat oleh bapanya sebagai tanda dia diterima kembali ialah bapa pergi mendapatkannya, merangkulnya dengan erat sekali lalu mencium dia. Tidak hanya itu. Bapa memberikan kepada Si Bungsu, pakaian yang terbaik; mengenakan cincin pada jarinya; sepatu pada kakinya dan mengadakan pesta penerimaan (rekonsiliasi); katanya: ‘…anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali’ (Luk. 15:24a).

Pos terkait