Kita semua adalah ‘Anak Yang Hilang’ itu. Entah sebagai Si Bungsu, yang menjauhkan diri dari Allah atau sebagai Si Sulung, yang bersifat cemburu, iri hati, egois atau yang membangkang terhadap sesama. Tobat berarti pulang kepada Allah dan sesama. Mari, kita kembali dari kedosaan dan kefanaan kita. Allah yang maharahim, Allah yang Mahabaik, Allah yang sabar, menunggu kita di muka pintu tobat. *
- Penulis rohaniwan Katolik, tinggal di Novisiat SVD Kuwu, Manggarai







