Itulah buruknya dosa. Dosa adalah satu kematian. Dan jika orang bertobat, dia hidup kembali. Dosa juga merupakan satu kehilangan; kita kehilangan keselamatan. Tetapi kita perlu bersyukur kepada Tuhan karena Dia adalah Allah yang penuh belas-kasihan dan selalu memberi pengampunan. Dan pokok inilah yang menjadi inti cerita Injil tentang ‘Anak yang Hilang’.
Perumpamaan tentang bapa yang menerima kembali kedua anaknya mau berbicara tentang Allah yang adalah Bapa pengasih dan yang pengampuni. Dosa yang kita lakukan telah memutuskan hubungan kita dengan Allah. Allah kita adalah Allah yang maharahim, Allah yang mengampuni, Allah yang mengasihi manusia tanpa batas.
Masa tobat adalah masa untuk kembali kepada Allah dan sesama. Dosa telah membuat kita tidak layak disebut anak-anak-Nya, namun Allah tetap membuka hati-Nya untuk menerima kita kembali, asalkan kita mau bertobat dan berbalik kepada-Nya.
Kita mau mempergunakan Masa Puasa atau Masa Prapaskah ini untuk bertobat dan berpaling kepada Tuhan dan sesama. Kita semua percaya bahwa Allah adalah Bapa yang Mahabaik. Tetapi sering kali kebaikan Allah ini dirasa biasa atau disalah manfaatkan. Kalau baik keadaan kita, tidak kurang suatu apapun, sering kita tidak sadar akan kebaikan Allah itu. Oleh sebab itu, kebaikan Tuhan justru nampak dalam pengampunan-Nya. Satu sikap yang sulit ada pada manusia. Kita memang sulit; pelit; kikir untuk memebri maaf atau tidak segera memberi ampun kepada orang yang bersalah kepada kita.
Setiap orang berdosa yang datang memohon pengampunan, selalu diterima oleh Allah. Maka, marilah kita mengoptimalkan Masa Puasa ini untuk bertobat dan berbalik kepada Allah. Tuhan itu, Allah yang Mahabaik dan Pengampun; Ia Adil dan Bijaksana.







